| Illustrasi dari gemini AI |
Dahulu kala disebuah perdesaan yang indah, asri, adem ayem dan damai hiduplah sepasang suami istri yang sangat bahagia karena mereka telah melahirkan bayi perempuan yang cantik yang diberi nama bawang putih, waktu berjalan sangat cepat hingga disuatu hari ketika bawang putih mendekati masa remaja tiba-tiba ibundanya jatuh sakit dan beberapa bulan kemudian setelah berjuang melawan penyakit yang ia derita, ibundanya bawang putih meninggal dunia. Hal itu membuat bawang putih sangat terpukul karena telah kehilangan sosok yang telah merawatnya dengan penuh kasih sayang.
Setahun kemudian, ayah bawang putih menikah dengan seorang janda yang memiliki anak 1 yang bernama bawang merah, setelah menikah kehidupan bawang putih sedikit berubah, dia sering menghabiskan waktu bersama bawang merah membantu pekerjaan ibu tirinya. Akan tetapi itu bila saat ada ayahnya bawang putih, ketika ayahnya bawang putih keluar, bawang putih diperlakukan dengan tidak pantas, seperti disuruh-suruh membersihkan rumah, cuci baju dan lain-lain. Sedangkan bawang merah dan ibu tirinya bawang putih memperlakukan bawang putih layaknya pembantu, jika bawang putih melakukan sedikit kesalahan, bawang merah berhak membentak bawang putih dan bahkan sampai menyakitinya entah itu ditampar atau mendorongnya sampai jatuh.
Beberapa bulan kemudian ayahnya bawang putih sakit keras dan pada akhirnya meninggal dunia. lagi dan lagi bawang putih merasa terpukul sekali karena telah kehilangan ayah yang ia cintai.
Hingga disuatu hari, bawang putih disuruh ibu tirinya untuk mencuci semua pakaian milik bawang merah, bawang putih menyanggupinya dan ibu tirinya memberikan sedikit ancaman.
"Cuci sampai bersih! Dan jangan sampai kamu merusaknya (baju), jika kau membuat kesalahan, kau akan mendapatkannya!" perintah ibu tiri sambil mengancam.
Lalu bawang putih menuju ke sungai yang airnya lumayan deras, setelah berjalan kaki sambil membawa keranjang berisi banyak pakaian milik bawang merah dan ibu tirinya, bawang putih mencuci semua pakaian milik bawang merah dan ibu tirinya. saat mau membilas baju terakhir, tiba-tiba bawang putih hampir terjatuh karena terpleset dan tersandung batuan dibawah air, namun bawang putih tidak sengaja melepaskan genggam tangannya yang memegang baju terakhir dan mengakibatkan baju bawang merah terhanyut oleh derasnya air sungai. Bawang putih sangat panik bukan kepalang karena yang hanyut adalah baju kesayangan milik bawang merah, bawang putih sangat ketakutan dan tidak berani pulang karena dia takut dimarahi oleh ibu tirinya, apalagi dihabisi oleh bawang merah.
Dengan berani bawang putih pulang dengan kaki dan tangan sangat gemetar hebat karena dia nanti bernasib bagaimana saat bawang merah mengetahui pakaiannya hanyut disungai. Sementara itu bawang merah dan ibunya duduk di teras rumah sambil menatap tajam ke arah bawang putih yang sedang menunduk.
"Bajunya sudah kau cuci bersih?!" kata ibu tirinya
"Su... Sudah... " jawab bawang putih dengan sangat gugup
"Eh! Mana baju mahal milikku? mana!" tanya bawang merah dengan nada tinggi
"Mm...mmm... Maaf, baju punyamu..." bawang putih sangat gugup
"Mana! Cepat dimana baju mahal ku!" bawang merah membentak bawang putih dengan nada tinggi
"Ter... Ter... Terbawa arus" jawab bawang putih sangat grogi
"Apa! Hanyut! (Mendorong bawang putih sampai terjatuh ditanah), woi kau! Pokoknya kau cari bajuku sampai ketemu! Jangan pernah menginjakkan kakimu kedalam rumah ini sebelum kau menemukannya, titik!"
Bawang putih langsung berlari menuju ke sungai dan mencari bajunya bawang merah, bawang putih mencari baju bawang merah sambil mengikuti arah arus air, berjam-jam kemudian bawang putih melihat bajunya bawang merah yang terjemur di jemuran yang disampingnya ada gubuk reot dengan dinding dari gedek (anyaman bambu) saat mau mengambil bajunya bawang merah tiba-tiba ada nenek tua yang keluar dari gubuknya dan berkata
"Cu, apa yang kau lakukan dengan jemuranku?" nenek tersebut bertanya dengan badan ter bungkuk.
"Ini nek, saya mau ambil baju merah ini karena saya tadi tidak sengaja menghanyutkannya" jawab bawang putih
Nenek tua tersebut langsung tersenyum, dan menjelaskan kalau dia menemukannya saat ia lagi mencuci baju juga, nenek tersebut berpikir mungkin baju bagus ini pasti ada yang mau mengambilnya kembali.
Bawang putih meminta nenek tersebut untuk menyerahkan baju bawang merah, namun nenek tersebut memberikan syarat kepada bawang putih untuk membantunya dalam waktu satu minggu. Setelah berpikir bawang putih menyetujuinya, saat dirumah nenek tua tersebut bawang putih membantu semua pekerjaan nenek tua tersebut dan nenek tua tersebut tersenyum melihat bawang putih mengerjakan semua pekerjaan dengan baik dan sebaliknya bawang putih merasa senang karena dia mendapatkan perhatian. Hingga seminggu kemudian, nenek tersebut menyerahkan baju milik bawang merah kepada bawang putih dan nenek tersebut memberikan imbalan berupa labu.
"Sebagai tanda terima kasih dariku, kamu mau mengambil labu yang ukuran mana?" kata nenek tersebut sembari menunjukkan labu
"Saya pilih yang kecil nek" jawabnya bawang putih dengan menyentuh labu tersebut
"Kenapa pilih yang kecil" jawab nenek tersebut dengan penasaran
"Karena labu yang besar itu terlalu berat untuk aku bawa dan jadi kupilih yang kecil saja" jawab bawang putih
Dengan tersenyum nenek tersebut memberikan labu tersebut kepada bawang putih, setelah itu bawang putih pulang ke rumahnya.
Sesampainya dirumah, bukannya disambut dengan baik bawang putih justru dimarahi oleh ibu tiri dan bawang merah.
"Darimana saja kau seminggu tidak pernah kembali!" bentak ibu tiri dengan nada tinggi
"Aku... membantu nenek tua agar bisa mendapatkan bajumu kembali" jawab bawang putih dengan menunduk
"Apa itu yang kau bawa?" kata bawang merah
"Labu imbalan dari nenek tua itu" jawab bawang putih
"Kalo minta imbalan minimal emas lah atau harta lah, lah ini kenapa kau pilih labu yang kecil ini!" bawang merah meluapkan emosinya.
Karena sangat emosi, bawang merah membanting labu tersebut dengan keras di lantai, tiba-tiba labu tersebut mengeluarkan banyak kepingan koin emas, permata dan perak. Bawang merah dan ibunya pun mengambilnya akan tetapi bawah putih tidak mendapatkannya sedikitpun.
"Mulai sekarang ini semuanya harta milik kita, kau tidak layak mendapatkan!" kata bawang merah dengan nada mengejek.
Hingga disuatu hari, karena keserakahan nya ibu tiri beserta bawang merah, bawang merah memiliki ide berupa menirukan hal yang dilakukan bawang putih saat mencuci pakaian, pertama bawang merah melempar bajunya ke sungai yang deras lalu dia mengikuti arah arus tersebut dan berakhir tersangkut pada dahan kayu, disaat yang tepat bawang merah melihat nenek tua yang disebutkan sama bawang putih. bawang merah menghampiri nenek tersebut dan sama seperti bawang putih, bawang merah siap untuk membantu nenek tua tersebut. Akan tetapi karena sifatnya, bawang merah melakukan pekerjaan nenek tua sangat tidak baik dan bahkan dia sangat malas untuk membantu nenek tua tersebut, bawang merah sempat menyuruh-nyuruh nenek tua tersebut dan seminggu kemudian nenek tua tersebut memberikan kembali baju miliknya bawang merah dan nenek tua memberikan imbalan berupa labu, karena keserakahan nya bawang merah meminta labu besar. Kemudian bawang merah pulang dengan perasaan sangat senang, sesampainya dirumah bawang merah dan ibu tirinya merasa tidak sabar untuk membuka isi labu tersebut, saat labu tersebut dibanting bukannya emas atau permata tiba-tiba labu tersebut meledak dan mengeluarkan gerombolan tawon siap untuk menyengat bawang merah dan ibu tirinya, bawang merah beserta bawang merah tidak dapat melarikan diri karena kakinya terluka akibat terkena ledakan pada labu tersebut, dengan pasrah bawang merah dan ibu tirinya disengat ratusan tawon hingga mereka berdua tewas mengenaskan.
Disaat pulang dari pasar, bawang kaget melihat bawang merah dan ibu tirinya yang terbujur kaku diteras rumah, bawang putih menangis karena kehilangan mereka berdua. Walaupun mereka berdua kasar terhadap bawang putih tetapi bawang putih tetap menyayangi mereka berdua. Disaat yang tepat tiba-tiba munculah nenek tua yang pernah ia tolong dan nenek tua tersebut berkata:
"Itulah hadiah yang pantas mereka dapatkan karena mereka berdua telah berbuat serakah" kata nenek tua tersebut dengan tegas kepada bawang putih dibelakang.
Karena merasa terpukul dan merasa sendirian karena bawang merah dan ibu tirinya telah tiada, bawang putih memutuskan untuk pindah entah itu ketempat yang lebih baik atau menetap bersama dengan nenek tua tersebut.
SELESAI
Pesan moral:
"Orang rajin, baik dan tawadhu (rendah hati) akan mendapatkan sesuatu yang baik, sebaliknya dia akan mendapatkan keburukan"
"Janganlah serakah, karena serakah itu bisa merugikan diri kalian sendiri"
Komentar
Posting Komentar